Bagaimana cara kita bicara kepada si kecil memiliki efek yang besar pada kemampuan belajar dan mendengar mereka. Hal ini dikarenakan kita adalah model yang selalu ditiru bagi si kecil. Mulai bagaimana kita bersikap, bertindak, hingga bagaimana cara kita berbicara. Namun, yang sering ditiru si kecil tanpa kita sadari adalah cara kita bicara. Secara umum, ada tiga cara seorang orangtua berbicara dengan anak-anak.

Pertama, berbicara dengan cara yang agresif. Berteriak, membentak, menggunakan kata-kata yang menyerang. Anak-anak pun akan merespon dengan cara yang beragam. Kebanyakan akan merasa takut, berteriak balik hingga mengabaikan perintah dari orangtua.

Cara kedua adalah cara yang pasif pasif. Cenderung menggunakan kata-kata dan nada yang hati-hati serta halus. Namun kebanyakan, si kecil akan memberontak dan tidak mendengarkan. Selain itu, orangtua tipe ini sangat pasif hingga satu saat ketika mereka sudah di ambang batas, mereka tiba-tiba mengubah cara komunikasi menjadi cara yang agresif.

Cara ketiga adalah cara yang asertif. Cara ini adalah cara yang paling efektif untuk berbicara dengan si kecil pada semua umur. Komunikasi yang asertif adalah sebuah komunikasi yang konsisten, jelas, positif, hangat dan percaya diri. Komunikasi dengan anak menggunakan cara yang asertif menunjukkan kapan orangtua akan mulai berbicara dan kapan akan mendengar.

View on Path

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s