Mendisiplinkan Balita


Tips Menerapkan Disiplin pada Balita

Ketika balita Anda memamerkan perilaku seperti memukul, menendang, meludah, dan menggigit, Anda sebagai orangtua harus segera mengajari mereka cara yang tepat untuk menyalurkan perasaan mereka saat marah atau merasa frustasi.

Berikut tips sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan displin pada balita:

1. Anda harus menjadi model yang baik untuk menangani situasi stres.

Jika balita sering menyaksikan orangtua mereka kehilangan kendali setiap kali marah, maka balita akan menganggap perilaku tersebut boleh dilakukan oleh mereka.

Oleh karena itu, sebelum mengajari balita mengendalikan perilaku saat marah, Anda harus menjadi contoh yang baik bagi mereka.

2. Jangan menyuap balita Anda

Memberikan balita Anda sebuah permen atau mainan favorit agar menjadi patuh bukanlah ide yang baik.

Ini akan mengajarkan balita Anda bahwa saat berperilaku tidak pantas mereka justru akan mendapatkan imbalan atau hadiah, sehingga mendorong balita Anda semakin melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

3. Sejajarkan mata Anda dengan anak saat berbicara.

Ketika Anda sedang menerapkan disiplin pada balita Anda, berlututlah, kemudian tatap matanya dan berbicaralah dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka.

4. Hindari mengatakan pada balita Anda apa yang tidak boleh dilakukan dan berikan indikasi yang jelas tentang apa yang boleh dia lakukan.

Daripada Anda mengatakan, “Jangan membuang blok mainan”, cobalah katakan pada balita Anda, “Gunakan blok itu untuk membangun sesuatu.”

Kemudian Anda bisa melakukan langkah lebih lanjut dengan duduk bersama mereka dan menunjukkan cara yang tepat untuk menggunakan blok tersebut.

5. Fokuslah pada hal yang dilakukan dengan benar oleh balita Anda, bukan pada kesalahannya.

Pada dasarnya seorang anak selalu ingin membuat Anda senang, jadi sempatkan waktu agar dia tahu bahwa Anda memperhatikan dan menghargai usahanya dalam berperilaku.

Melakukan hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan akan meningkatkan kemungkinan bahwa tidakan positifnya akan berlanjut.

6. Bersikap realistis akan kemampuan balita Anda.

Balita memiliki rasa penasaran yang tinggi, tapi mereka belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan dorongan mereka. Mengharapkan balita mematuhi aturan terlalu ketat bukanlah sesuatu yang realistis.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s