Pendidikan karakter


Shalat bisa menjadi sebuah riyadloh untuk latihan pembentukan karakter diri. Di mana masing-masing gerakannya apabila dihayati lebih jauh akan memancarkan sifat-sifat keteladanan yang bisa menjadi suatu karakter mulia bagi kita umat Islam. Terutama pasca Ramadan, maka ibadah yang bisa menjadi andalan utama untuk bisa menjadikan kita tetap dalam jalan yang lurus adalah shalat.

Sehingga perlu diperhatikan bahwa tidak hanya menjalankan shalat secara lahiriah saja, karena dikhawatirkan seperti halnya kisah berikut ini:

Istri Nabi Muhammad SAW, Siti Aisyah, pernah menceritakan kepada Nabi saw adanya seorang wanita dusun yang rajin shalat wajib dan shalat sunah, tak pernah meninggalkan puasa wajib dan sunah, dan menunaikan ibadah haji yang tak cukup hanya sekali. Siti Aisyah merasa yakin tipe wanita seperti itu yang akan masuk surga.

Di luar dugaan, Nabi SAW menyatakan wanita tersebut merupakan contoh wanita yang akan mendapat siksa Allah dan dibenci-Nya. “Aku tahu wanita itu memang rajin shalat, taat menjalankan puasa, tak lepas dari zikir, berdoa tiada henti, dan melaksanakan ibadah haji. Namun, aku juga tahu wanita itu tak pernah rukun dengan tetangganya,” jawab Rasulullah saw.

*Ketua MUI Kota Bandung – Dewan Syariah DPU Daarut Tauhiid

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s