Bisnis dari menipu?


Mengutip dari jpnn.com :

Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi
mengaku telah mengingatkan BPOM agar segera menertibkan peredaran larutan
penyegar Cap Kaki Tiga karena tidak sesuai dengan iklannya. ” Dalam
Undang-Undang Perlindungan Konsumen sangat jelas bahwa produsen yang
merugikan konsumen, baik secara isi produk, tampilan,” atau kemasan adalah
pelanggaran,” tambahnya.

Oleh sebab itu, menurut dia, perusahaan yang melakukan pelanggaran dalam
merk dagang pun bisa dituntut menggunakan UU no 8 tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen.”Desakan YLKI ini merupakan bentuk perlindungan bagi
konsumen agar tidak terjebak dalam tipu daya produsen. “Konsumen harus
dilindungi, penegakan hukum harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sebagai informasi, WKD adalah pemilik mereka Cap Kaki Tiga dan berasal dari
Singapura. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1937 itu awalnya menunjuk PT
Sinde Budi Sentosa (Sinde) untuk memasarkan produk larutan penyegar Cap
Kaki Tiga pada 1978. Pada 4 Februari 2008 lalu, kemitraan antara WKD dan
Sinde berakhir. Lisensi lalu dialihkan ke PT Kinocare Era Kosmetindo sejak
28 April 2011. Sinde akhirnya membuat produk sendiri dengan merek yang lain.

sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/03/17/120956/BPOM-Tarik-Peredaran-Larutan-Cap-Kaki-Tiga-

One thought on “Bisnis dari menipu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s