aku ingin terbang


Terbang.

Aku akan terbang. Dengan sayap putih di punggungku. Menggapai awan. bermain-main dengan kelembutannya. Lain waktu, aku akan melesat secepat angin. Dari ujung barat menuju ujung timur. menikmati pemandangan dari atas. memiliki persepsi lebih luas.

Dalam mimpi pun aku terbang. menyaksikan tingkah polah manusia dari angkasa. Menarik. mereka sangat bersemangat menyongsong hari. Melampaui kemacetan, bekerja sepenuh hati. Meski sore hari pun masih berkutat dengan kemacetan. Lalu aku kembali melesat ke daratan. Kembali menjadi manusia biasa. Menunggu angkot dan bermacet-macet ria hingga lewat magrib.

Rutinitas itu racun. Semangat kita mentok seperti kisah kutu loncat pada kotak korek api. Aku menikmati rutinitas itu, tapi aku ingin lebih kreatif. Aku lebih suka terlambat daripada tidak sama sekali. Aku sering melewati jalan yang berbeda setiap menuju suatu tempat. Aku perhatikan riuh perilaku manusia, kadang unik kadang menyebalkan.

sejenak bernafas, kemudian lanjutkan perjalanan kembali. Huffff… tarik nafas dalam-dalam. Inilah jalan hidupmu. jangan sia-siakan waktumu. Selamatkan ibadahmu, jalin silaturahim kepada sesama. Hidup ini terlalu singkat jika hanya untuk rutinitas.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s