cari buku curi ilmu


paling menyenangkan memang kalau bisa mencuri ilmu. Ya, dengan cara membaca gratis di berbagai toko buku atau perpustakaan umum, kita bisa dengan leluasa menambah wawasan dan keterampilan kita secara gratis.

gratis.

gratis.

uuppss, kenapa diulang-ulang? ya, karena…… gratis! (kata-kata yang indah, haha)

tadi, sepanjang perjalanan pulang (jalan supratman dan sekitarnya) kulihat ada setidaknya 2 toko buku yang bisa aku datangi setiap saat. yang aku cari biasanya adalah buku-buku bisnis dan manajemen, atau buku bekas yang isinya menarik. tak lupa buku berbahasa asing yang menjadi tes uji nyali kemampuan berbahasa. (siap-siap pusing deh…)

pilihannya tentu banyak sekali. ada tema hobi, komputer, agama, motivasi, novel, komik, biografi, dan masih banyak lagi. namun, satu tema yang mencuri hatiku adalah psikologi populer. salah satu ilmu tentang perilaku manusia yang cukup membuat aku tersenyum sendiri. kadang buku psikologi menjadi bacaan humor buatku, atau kadang malah jadi horor. mengapa? karena aku seolah membaca kesalahan dan kekurangan aku. walau sering aku malah menertawakan kebodohanku selama ini.

dan tadi adalah saat berburu (membeli) buku baru versi lama. dapat! segera kubawa pulang. aku berlari… berlari… dan berbelok ke pantai. hm, menikmati sunset dengan membaca buku, sungguh inspiratif. ditemani secangkir teh manis, wafer cokelat, es sirup, sup jagung manis, cake cokelat, es pisang ijo, es buah, potato chips (wualah, ini cemilan atau jualan?), dan lain-lain.

ah, aku bermanja dengan suasana mendung di pantai ini. tertawa membaca kebodohanku, merenungi kesalahanku. mencoba meminta sang mentari jangan beranjak dulu ke barat.

namun sang waktu enggan berhenti walau sejenak. seketika pandanganku berubah. dari pemandangan sejuk senja di tepi pantai berubah menjadi jalanan kota yang padat dan berisik. aku kembali berada dalam ruang ini. kota. yang padat kendaraan dan sibuk orang-orangnya.

alarm jam tanganku berbunyi, mengingatkan pendeknya sang waktu. waktu untuk bernostalgia bersama buku-buku sudah habis. kembali ke rutinitas harian. toh, suatu saat nanti akan kutemui lagi. buku, sunset, dan segudang cemilan. serta jembatan jiwa yang selama ini bersembunyi dalam damainya rutinitas hidup.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s