dalam roda kehidupan


sepanjang perjalananku ada orang-orang yang hobinya bertanya: “kapan sampai?” dan “kok lama sekali perjalanannya?”

kadang aku berpikir, apa sih yang mereka pikirkan? kalau ingin cepat sampai, terbang saja. tak usah ada di dalam kendaraanku. tak usah bersamaku.

ingin kuusir saja mereka. kuberi ongkos lebih, dan segera kupaksa turun dari kendaraanku. pergilah dengan kecepatan yang kalian inginkan. bagiku kalian hanyalah pengeluh yang pembosan.

aku nyaman dengan perjalananku ini. aku ingin memanjakan mataku dengan hamparan sawah hijau. kadang kulihat kendaraan lain menyalip, atau ada kendaraan lain yang memberi jalan dengan sopan. aku perhatikan wajah-wajah waspada setiap sopir yang berpapasan dengan kendaraanku. dan juga awan putih yang setia menemani di balik jendela. jika hujan deras datang, biasanya muncul pelangi dari arah barat. bukankah mereka adalah gabungan pemandangan yang indah?

aku menikmati setiap detik perjalanan ini. setiap detik waktu kehidupanku.

Tuhan, jika manusia-manusia di sampingku ini hanyalah cobaan kesabaranku, perusak hariku, pengganggu ceriaku, buatlah mereka sakit perut, ya Tuhanku. berilah kesadaran kepada mereka agar tidak banyak mengeluhkan perjalanan ini. Atau, buatlah mereka mengantuk, agar segera terlelap sepanjang perjalanan ini. kurasa, doaku yang kedua lebih manusiawi daripada doaku yang pertama.

aaakh, mungkinkah aku pernah menjadi seperti mereka? pengeluh dan pembosan? maybe. sepertinya pernah juga. ah, kalau begitu, aku tak ingin sakit perut. aku ingin menyadari kesempurnaan setiap milidetik yang aku lalui. semuanya sempurna dalam hikmah dan kejadiannya.

aku pun tersenyum kecil. kadang dalam episode kehidupanku kutemui sebuah scene yang menjadi cermin bagi diriku. i was there. aku pernah melaluinya. deja vu. kuharap mereka – para pembosan itu – menyadari apa yang telah mereka lakukan. dan tak perlu lagi aku menggerutu.

aku tetap menikmati setiap langkah perjalananku. dengan atau tanpa para pengeluh itu. Oh, mereka hanyalah tiupan debu jalanan yang akan selalu ada. mereka selalu berganti rupa. aku tahu itu. dan aku tak akan terganggu lagi.

never.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s