satu hal yang terlupakan


kadang aku berpikir. mengapa saat dulu aku memilih jalan itu? apakah karena aku masih terlalu muda untuk berpikir rumit. hingga mencari jalan keluar yang cepat, mudah dan menyenangkan.

mengapa aku mengambil jurusan teknik industri? bukan teknologi pangan, seperti yang pernah kuimpikan. mengapa, mengapa, dan mengapa ini kugali terus hingga stuck tak tahu jawabannya. sampai sekarang.

dan ketika aku berada di persimpangan kehidupan, harus memilih, akankah pilihanku ini aku pertanyakan kembali suatu hari nanti…?

bersyukur memang, aku masih bisa memilih. namun, di balik pilihan kita tersebut pasti ada konsekuensi yang harus diterima juga. high gain, high risk. kubaca peta kehidupan, namun belum kutemukan jawabannya.

hingga suatu ketika.

suatu peristiwa yang sungguh mengharukan. bagiku. ya, setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing. ada yang “wah” dan ada yang sangat sederhana. namun menurutku, tak ada impian yang sederhana. bagi seorang manusia, impiannya adalah kehidupannya. meski segala daya dan upaya sudah dikerahkan untuk mencapainya, kita tidak boleh putus asa.

namun, jiwa pencari impian tersebut terbatas oleh waktu dan ruang. mungkin seiring waktu, tubuh ini menua dan tidak kuat bekerja keras. mungkin seiring waktu, segala yang dulu ada kini sudah tiada. hangus, rusak, basi.

namun, impian itu akan memenuhi kepala anda. sampai badan renta, kulit keriput, jiwa anda masih tetap mendambanya. apakah impian itu adalah sesuatu hal yang sederhana? tidak juga.

alkisah, seseorang memiliki impian sebesar IDR 600.000. bagi sebagian orang yang mampu, uang segitu bukanlah jumlah yang besar. namun makna di balik impiannya tersebut, ia hanya ingin berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. padahal itulah satu-satunya harta yang ia miliki. aku tak percaya. namun itulah kekuatan impian.

kadang ku berpikir. kalau ditotal, impianku bisa bernilai ratusan juta rupiah. namun, tentu saja bukan nilai rupiahnya yang aku khawatirkan. apakah aku memiliki kekuatan impian sebesar itu untuk mampu berbagi dengan orang lain? berbagi, mudah dilakukan namun manusia sering berhitung-hitung. padahal, tiap IDR 1 yang lewat tangan kita, itu dilipatgandakan 100 kali lipat.

sejenak aku melepas semua impian-impian ku. bagaikan balon yang kuterbangkan ke angkasa. terbang entah kemana. lepas tanpa arah. kuharap suatu saat aku bisa menemukan impianku. suatu saat pasti. satu demi satu balon itu akan kembali kepadaku. pada saat yang tepat. dan semoga saat itu aku siap menerimanya, dengan penuh kerendahan hati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s